1.GLB
Suatu
benda dikatakan melakukan gerak lurus beraturan jika kecepatannya selalu
konstan. Kecepatan konstan artinya besar kecepatan alias kelajuan dan arah
kecepatan selalu konstan. Karena besar kecepatan alias kelajuan dan arah
kecepatan selalu konstan maka bisa dikatakan bahwa benda bergerak pada lintasan
lurus dengan kelajuan konstan. Misalnya sebuah mobil bergerak lurus ke arah
timur dengan kelajuan konstan 10 m/s.
Ini berarti mobil bergerak lurus ke arah timur sejauh 10 meter setiap sekon. Karena kelajuannya konstan maka setelah 2 sekon, mobil bergerak lurus ke arah timur sejauh 20 meter, setelah 3 sekon mobil bergerak lurus ke arah timur sejauh 30 meter… dan seterusnya… bandingkan dengan gambar di samping. Perhatikan besar dan arah panah. Panjang panah mewakili besar kecepatan alias kelajuan, sedangkan arah panah mewakili arah kecepatan. Arah kecepatan mobil = arah perpindahan mobil = arah gerak mobil.
Ini berarti mobil bergerak lurus ke arah timur sejauh 10 meter setiap sekon. Karena kelajuannya konstan maka setelah 2 sekon, mobil bergerak lurus ke arah timur sejauh 20 meter, setelah 3 sekon mobil bergerak lurus ke arah timur sejauh 30 meter… dan seterusnya… bandingkan dengan gambar di samping. Perhatikan besar dan arah panah. Panjang panah mewakili besar kecepatan alias kelajuan, sedangkan arah panah mewakili arah kecepatan. Arah kecepatan mobil = arah perpindahan mobil = arah gerak mobil.
Perhatikan bahwa ketika dikatakan kecepatan,
maka yang dimaksudkan adalahkecepatan sesaat. Demikian juga sebaliknya, ketika dikatakan kecepatan sesaat, maka yang dimaksudkan adalah kecepatan.
Contoh Contoh GLB
a.Grafik Gerak
Lurus Beraturan
Grafik
sangat membantu kita dalam menafsirkan suatu hal dengan mudah dan cepat. Untuk
memudahkan kita menemukan hubungan antara Kecepatan, perpindahan dan waktu
tempuh maka akan sangat membantu jika digambarkan grafik hubungan ketiga
komponen tersebut.
Grafik Kecepatan terhadap Waktu (v-t)
perhatikan grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) di
atas
Besar kecepatan benda pada grafik di atas adalah 3 m/s. 1, 2, 3 dstnya
adalah waktu tempuh (satuannya detik). Amati bahwa walaupun waktu berubah
dari 1 detik sampai 5, besar kecepatan benda selalu sama (ditandai oleh garis lurus).
Bagaimana
kita mengetahui besar perpindahan benda melalui grafik di atas ? luas daerah
yang diarsir pada grafik di atas sama dengan besar perpindahan yang ditempuh
benda. Jadi, untuk mengetahui besarnya perpindahan, hitung saja luas daerah
yang diarsir. Tentu saja satuan perpindahan adalah satuan panjang, bukan satuan
luas.
Dari grafik di atas, v = 5 m/s, sedangkan t = 3 s. Dengan demikian,
besar perpindahan yang ditempuh benda = (5 m/s x 3 s) = 15 m. Cara lain
menghitung besar perpindahan adalah menggunakan persamaan GLB. s = v t =
5 m/s x 3 s = 15 m.
Persamaan GLB yang kita gunakan untuk menghitung besar perpindahan di
atas berlaku jika gerakan benda memenuhi grafik tersebut. Pada grafik terlihat
bahwa pada saat t = 0 s, maka v = 0. Artinya, pada mulanya benda diam, baru
kemudian bergerak dengan kecepatan sebesar 5 m/s. Padahal dapat saja terjadi
bahwa saat awal kita amati benda sudah dalam keadaan bergerak, sehingga benda
telah memiliki posisi awal s0.
Untuk itu lebih memahami hal ini, pelajari grafik di bawah ini.
2.GLBB
Gerak lurus
berubah beraturan (GLBB) adalah gerak benda dalam lintasan garis lurus dengan
percepatan tetap. Jadi, ciri utama GLBB adalah bahwa dari waktu ke waktu
kecepatan benda berubah, semakin lama semakin cepat/lambat...sehingga gerakan
benda dari waktu ke waktu mengalami percepatan/perlambatan. Dalam artikel ini,
kita tidak menggunakan istilah perlambatan untuk gerak benda diperlambat. Kita
tetap saja menamakannya percepatan, hanya saja nilainya negatif. Jadi
perlambatan sama dengan percepatan negatif.
Contoh
sehari-hari GLBB adalah peristiwa jatuh bebas. Benda jatuh dari ketinggian
tertentu di atas permukaan tanah. Semakin lama benda bergerak semakin cepat.
Kini, perhatikanlah gambar di bawah yang menyatakan hubungan antara kecepatan
(v) dan waktu (t) sebuah benda yang bergerak lurus berubah beraturan
dipercepat.
vo = kecepatan awal (m/s)
vt = kecepatan akhir (m/s)
a = percepatan
t = selang waktu (s)
Perhatikan
bahwa selama selang waktu t , kecepatan benda berubah dari vo menjadi vt
sehingga kecepatan rata-rata benda dapat dituliskan:
Kita tahu bahwa kecepatan rata-rata :
dan dapat disederhanakan menjadi :
S = jarak yang
ditempuh
seperti halnya
dalam GLB (gerak lurus beraturan) besarnya jaraktempuh juga dapat dihitung
dengan mencari luasnya daerah dibawah grafik v - t
Bila dua
persamaan GLBB di atas kita gabungkan, maka kita akan dapatkan persamaan GLBB
yang ketiga.....
Contoh-Contoh
GLBB
a. Gerak
Jatuh Bebas
Ciri khasnya
adalah benda jatuh tanpa kecepatan awal (vo = nol). Semakin ke bawah gerak
benda semakin cepat.Percepatan yang dialami oleh setiap benda jatuh bebas selalu
sama, yakni sama dengan percepatan gravitasi bumi (a = g) (besar g = 9,8 m/s2
dan sering dibulatkan menjadi 10 m/s2)
Rumus gerak jatuh bebas ini merupakan pengembangan
dari ketiga rumus utama dalam GLBB seperti yang telah diterangkan di atas dengan
modifikasi : s (jarak) menjadi h (ketinggian) dan vo = 0 serta percepatan (a)
menjadi percepatan grafitasi (g).
coba kalian perhatikan rumus yang kedua....dari
ketinggian benda dari atas tanah (h) dapat digunakan untuk mencari waktu yang
diperlukan benda untuk mencapai permukaan tahah atau mencapai ketinggian
tertentu... namun ingat jarak dihitung dari titik asal benda jatuh bukan diukur
dari permukaan tanah
sebagai contoh : Balok jatuh dari ketinggian 120 m
berapakah waktu saat benda berada 40 m dari permukaan tanah?
jawab : h = 120 - 40 = 80 m
t = 4 s
b. Gerak Vertikal ke Atas (GLBB diperlambat)
Selama bola bergerak vertikal ke atas, gerakan bola melawan gaya gravitasi yang menariknya ke bumi. Akhirnya bola bergerak diperlambat. Akhirnya setelah mencapai ketinggian tertentu yang disebut tinggi maksimum (h max), bola tak dapat naik lagi. Pada saat ini kecepatan bola nol (Vt = 0). Oleh karena tarikan gaya gravitasi bumi tak pernah berhenti bekerja pada bola, menyebabkan bola bergerak turun. Pada saat ini bola mengalami jatuh bebas....
Jadi bola mengalami dua fase gerakan. Saat bergerak ke
atas bola bergerak GLBB diperlambat (a = - g) dengan kecepatan awal tertentu
lalu setelah mencapai tinggi maksimum bola jatuh bebas yang merupakan GLBB dipercepat
dengan kecepatan awal nol.
Pada saat benda bergerak naik berlaku
persamaan :
vo = kecepatan awal (m/s)
g = percepatan gravitasi
t = waktu (s)
vt = kecepatan akhir (m/s)
h = ketinggian (m)
c. Gerak Vertikal ke Bawah (GLBB
dipercepat)
Berbeda dengan
jatuh bebas, gerak vertikal ke bawah yang dimaksudkan adalah gerak benda-benda
yang dilemparkan vertikal ke bawah dengan kecepatan awal tertentu. Jadi seperti
gerak vertikal ke atas hanya saja arahnya ke bawah. Sehingga
persamaan-persamaannya sama dengan persamaan-persamaan pada gerak vertikal ke
atas, kecuali tanda negatif pada persamaan-persamaan gerak vertikal ke atas
diganti dengan tanda positif.
Lebih singkatnya
GLB : -Mobil berjalan dijalur lurus
-gerakan kereta api
atau kereta listrik di atas rel
-kapal laut yang menyeberangi lautan atau
samudera
GLBB
dipercepat : -Feri naik sepeda di jalan yang menurun
-
Kelapa yang jatuh dari pohon
-peluru jatuh ke bawah
GLBB diperlambat : - Mobil atau sepeda motor yang melaju kemudian direm sampai
berhenti
- Peluru yang ditembakkan vertikal ke atas
Labels:
Materi Sekolah
Thanks for reading Contoh GLB, GLBB Dipercepat, GLBB Diperlambat Dalam Kehidupan Sehari. Please share...!
0 Comment for "Contoh GLB, GLBB Dipercepat, GLBB Diperlambat Dalam Kehidupan Sehari"